Thursday, February 03, 2011

Mercusuar Bangkalan

Perjalanan kami mulai pada pukul 8 Pagi dari Surabaya, tujuan utama Kota Blega tempat kelahiran Mbah Buyut teman saya. Blega adalah sebuah kota kecil, bisa ditempuh dalam waktu 1 ½ jam. Masih jam 9an, terlalu dini untuk kembali ke Surabaya. Kami pun melanjutkan untuk eksplorasi Pulau Madura.

Perjalanan dilanjutkan ke Pamekasan dengan tujuan tempat wisata "api tak kunjung padam" yang pernah diulas teman saya disini. Ditengah perjalanan kami menemukan papan penunjuk jalan yang mengarah ke Air Terjun Toroan dan Monkey Forest. Kami berencana mampir saat pulang dari Pamekasan namun gagal. Penunjuk jalan tukang becak yang kami tanyai saat itu sepertinya memberi informasi yang salah :(. Karena hari sudah sore kami pun melanjutkan pulang sekaligus mampir ke Bangkalan. Tujuannya adalah ke Mercusuar.

Mercusuar sendiri bagi sebagian orang Madura adalah istilah yang asing. Mereka justru lebih paham saat teman saya menyebutkan 'Lampu', lampu yang ada menaranya.
Mercusuar ini didirikan tahun 1879 oleh orang Londho yang bernama Z.M WILLEM III. Sekarang diambil alih oleh Departemen Perhubungan Direktorat Jendral Perhubungan Laut distrik navigasi klas I Surabaya. Karena namanya Mercusuar, tujuannya ya jelas untuk sarana bantu navigasi pelayaran tentunya.
Foto diatas kiri adalah tangga tempat naik pada lantai dasar, sedang foto kanan diambil dari lantai paling atas. Total tangga yang kami naiki sekitar 15 buah, bisa membayangkan?. Lumayan untuk melatih kekuatan kaki hehe
Foto diatas adalah pemandangan dari lantai 4.
Bangunan Mercusuar ini semua terbuat dari Besi. Dinding, Lantai dari tingkat 2 sampai 15, kusen, hiasan dinding semua dari besi. Bagaimana proses mendirikan bangunan ini ya??. Kalau dirakit satu-satu bisa gempor tangan ngencengin mur-bautnya :p. Hebat sekali mereka pada tahun 1800an sudah bisa membuat bangunan seperti ini. Semua dinding yang terdiri dari lempengan-lempengan bisa terpasang presisi tepat sekali pada tempatnya masing2. Luar biasa!!
Mercusuar ini konstruksinya terdiri dari 2 silinder, kecil dan besar. Yang kecil ada di tengah dan yang besar diluar (yang kalau dilihat ya bangunan itu sendiri seperti nampak pada gambar 1). Antara silinder kecil dan besar itu dibuatkan penampang untuk berdiri. Antara penampang lantai satu, dua dst dibuatkan tangga (gambar 2).

Silinder kecil ini kalau kita masuk kedalamnya dan melihat keatas tampak seperti gambar diatas sebelah kiri. Entah fungsinya untuk apa, mungkin untuk mengirim ransum makanan, minuman atau rokok buat yang jaga diatas. Mungkin memakai semacam kerekan pakai tali begitu, mengingat sangat engga efektif kalau harus naik turun sebanyak 15 lantai.
Foto atas sebelah kanan adalah lampu mercusuar lengkap dengan motornya, besar sekali. Saya masih penasaran kalau malam seperti apa terangnya.

Sekian oleh-oleh cerita, semoga lain waktu kami berhasil menemukan Air Terjun Toroan dan Monkey Forestnya. Ayo, tingkatkan wisata domestik, Salam Petawisata dari Pulau Madura...

2 Comments:

Rian said...

Salam Kenal....kalau masalah pariwisata jadinya aku pengen sekali ikutan menjelajah indonesia. Trims...Moga sukses.

anno' said...

o ada mercusuar keren toch di madura