Wednesday, January 26, 2011

"I love museums" 2011

1 Comments

Bagi penggemar museum, Singapura adalah salah satu surganya di Asia Tenggara. Nyaman, informatif, boleh didokumentasikan asal tidak menggunakan flash dan rajin mendatangkan materi-materi dari negara lain

Tak jarang pula mereka memiliki hari-hari open house alias bebas biaya masuk.
Biasanya hari-hari open house digelar mendekati hari-hari besar, seperti : Idul Fitri, Natal, Tahun baru. Bahkan museum tertentu memiliki jadwal pasti seperti minggu ketiga tiap bulannya. Atau mereka sedang merenovasi galeri tertentu. Untuk lebih detail dapat dilirik di http://www.museums.com.sg/ atau di tiap website museum bersangkutan :)


National Museum of Singapore
Kali ini National Museum of Singapore mendatangkan mater pameran dari Italia. Mengusung judul "Pompeii, Live in Roman Town in 79 CE"
Tiket masuk seharga 12 S$ tapi karena hari Minggu itu bertepatan dengan open house mereka, jadi bebas masuk ke semua galeri mereka tanpa bayar. Momen-momen seperti ini yang selalu dinanti oleh teman saya yang tinggal dan bekerja di Singapura. Bagaimana tidak, hari biasa tanpa pameran khusus saja sudah cukup menggiurkan untuk membayar biaya masuk 12 S$. Apalagi ada pameran khusus yang tiap saat belum tentu ada.

Pameran disambut dengan replika mumi korban letusan gunung berapi Vesuvius pada 79 Masehi, yang dalam dua hari membuat Pompeii hancur luluh lantak, terpendam abu dan tak terkenali keberadaannya selama berabad2, sampai diketemukan lagi di abad 18!

Disediakan ruang untuk menonton film 3D jam-jam terakhir sejak letusan gunung hingga terkuburnya kota Pompeii. Pengunjung kemudian diajak melihat artifak-artifak kota Pompeii seperti bagaimana kebiasaan makan dan minum, peralatan ukur untuk berdagang, peralatan kedokteran. Galeri selanjutnya menuju ke sistem kepercayaan masa itu, termasuk perkuburan.

Galeri selanjutnya mengenai rumah (orang kaya terutama) di Pompeii masa itu. Mulai dari kebun luar, ruang depan (teras), kamar tidur, kamar bersantai, dapur, dsb.

gallery for eating and drinking in Pompeii, medicine
mosaic
bronze tray with removable handles

Pameran diakhiri dengan ruang arkeologi dan referensi, baik buku, maupun audio visual. Dua jam tidak cukup untuk menjelajahi semua dengan cermat apalagi berfoto :). Apalagi menjelajah galeri lain di museum, masih ada hari open house lainnya :p
archeology and reference

Peranakan Museum
Museum ini didirikan di atas bekas gedung Asosiasi Peranakan Singapura sekitar 2 tahun yang lalu.
Termasuk museum baru di Singapura dan layak untuk dikunjungi. Bea masuknya sebesar 6 S$. Galerinya tersebar antara lantai 1-3.
Galeri 1 di lantai 1
penyebaran Peranakan di Indonesia
Kain Lepas gaya Hokokai, Pekalongan Jawa th 1940an
Penutup makanan Peranakan Indonesia, Palembang Sumatera Selatan th 1900
rombongan anak sekolah berkunjung
Dan kala itu ada pameran khusus tentang "Ramayana Revisited". Saya memutuskan untuk tidak menggunakan tur dengan guide (guided tour) agar lebih leluasa menikmati tiap sudut dan alat-alat interaktf yang tersedia.