Friday, July 24, 2009

Kebun Teh Wonosari & Pantai Balekambang

Kamis kemaren ambil cuti, saya dengan rombongan berencana kabur sejenak dari kota Surabaya untuk melepas penat. Kami berlima menuju ke Kebun Raya Purwodadi, tapi karena teman saya sudah pernah mengulas Purwodadi disini jadi saya ulas yang lainnya saja, sebagai oleh-oleh saya aplot foto sekilas di Purwodadi buat kenangan :).

purwodadi

Setelah dari Purwodadi kami meluncur ke Kebun Teh di PT. Perkebunan Nusantara XII, Wisata Agro Wonosari. Lokasi agrowisata ini terletak di sebelah utara kota Malang, kira-kira sekitar 30km perjalanan. Berada di kecamatan Lawang di kaki gunung Arjuno. Kalau mau kesana gampang sih, tinggal tengok aja di kiri jalan (kalau dari arah Sby), ada Papan Gedhe banget yang nunjukin tempat ini.

Tempatnya luas buanget, kalau hari libur (katanya) ada kereta api mini gitu buat nganter pengunjung untuk keliling lokasi perkebunannya. Untuk tiket masuknya kami dikenakan biaya Rp. 45.000,- untuk lima orang, mobilnya gratis ga bayar :)

(1) kebun teh, (2) wisma rolas

Buat yang bawa kendaraan pribadi lebih enak, bisa muter2 sampe puas keliling kebun. Untuk yang mau bermalam juga bisa karena di tempat ini ada juga penginapan dan villa. Suasananya sejuk dingin dengan pemandangan pegunungan, emang cocok banget dah buat tempat peristirahatan. Selain itu sehari-harinya kita juga bisa melihat kegiatan mbok-mbok yang sedang memetik pucuk daun teh, serasa di desa gitu...

(1) wisma rolas, (2) kebun teh

Tempat pertemuan juga ada disini seperti foto diatas, mungkin yang berniat rapat dengan suasana yang segar biar kepala ngga puyeng tempat ini cocok banget.. (ato malah ketiduran di tengah rapat karena suasananya yg mendukung? :p)

Ditempat ini juga terdapat pengolahan daun teh menjadi teh alias pabriknya sendiri. Sayang karena saat itu kami engga punya waktu yang banyak jadi engga sempet mampir meninjau pabriknya. Kabarnya agar bisa masuk ke pabrik ada syaratnya yakni musti rombongan dan lapor dulu untuk persiapan guidenya disana. uhuks...

(1) bungkus teh kualitas 1, (2) supermarket

Sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat yang lain kami mampir sebentar di supermarket yang letaknya masih didalam kawasan Kebun Teh. Kantin ini menjual hasil Kebun dalam bentuk jadi. Ada teh kualitas satu, kualitas dua, teh hijau, madu dll.. kebanyakan produk2 lokal. Konon teh hasil produksi pabrik ini tidak dipasarkan secara umum, jadi wajib beli kalau kesini. Saya coba sebungkus yang kualitas nomer satu dengan harga sekitar Rp. 5.000,-. Tehnya wangi sedep, saat diseduh.. rasanya juga enak.. teh banget lah pokoknya... :p. Bubuknya rajangan lembut2.. jadi kalo pake saringan musti yang halus biar ampasnya bisa terangkat semua.


(1) Balekambang

Setelah puas, kami meluncur ke Pantai Balekambang. Letaknya ada di pantai pesisir selatan dengan jarak tempuh kira-kira 2 jam dari kota malang. Harga tiket masuk Rp. 25.000,- untuk lima orang. Pantainya bagus bening banget , tapi sayang.. pasir yang lembut ini dipenuhi dengan kerang kecil2 jadi sakit kalo pas dibuat jalan2 ato lari-lari dipasirnya. Di pantai ini juga ada sebuah Pura yang menjorok agak ke tengah laut.


(1) Pura Balekambang, (2) Teluk Balekambang

Pantai ini lumayan besar ombaknya dan ada beberapa bagian yang pantainya terjal ke dalam. Tapi jangan kuatir karena di bagian yang berbahaya sudah diberi tanda berupa bendera warna merah, jadi jangan coba-coba untuk berenang kecuali merelakan diri tenggelam digondol ombak. Kekurangan dari pantai ini adalah minimnya sarana buat pengisi perut :D. Warung-warung dikitttt banget & kalau menjelang petang ngeri, gelap gulita pantainya. Sepi dari penduduk sekitar.

Yah... itu hasil jalan-jalan kemaren, salam hangat dari Petawisata... ;)

Monday, July 13, 2009

Taman Safari Indonesia II

Hari minggu kemarin kami jalan-jalan ke TSI II di Prigen.
Tiket masuk untuk dewasa(6 thn ke atas) Rp 40.000/orang. Anak-anak Rp 35.000. Mobil Rp 10.000.
Dari area parkir awal pengunjung bisa memilih safari walk atau jalur dengan mobil.
Kami memilih yang pakai mobil.

Pertama memasuki wilayah America (kalau tidak salah). Di area ini perjalanan lancar2 saja sampai kami bersua dengan si "Teddy Bear". Beruang grizzly.
Si Teddy 'fall in love' dengan mobil kita. Mungkin karena posisi kendaraan terlalu dekat dengan beruang, atau ada yang buka kaca-jadi menarik perhatiannya.
PDKT dimulai dengan mencium-cium ban mobil sebelah kiri, terus entah apa lagi yang dikerjakan-soalnya dari posisiku kurang jelas. Mobil mau dijalankanpun juga tidak bisa, karena takut kakinya terlindas ban. Ntar bisa tambah marah.
Tiba-tiba...ada suara glodak-glodak?!?! Wah, ngapain aja tuh?
Trus, datanglah mobil pengawas dengan kecepatan cukup tinggi sambil nge-dim.
Teddy-nya langsung kabur. Ternyata, si Teddy tadi sempat mencicipi bemper depan mobil kami :D Sampai lubang-lubang.
Oleh si pengawas, kami diarahkan menepi di area yang aman kemudian mengenai ganti rugi disuruh langsung ke kantor.
Perjalanan sempat dilanjutkan sampai ke hutan burung, tapi si pemilik mobil kemudian memutuskan buat mengurus mobil dan pulang. Untung kami bawa 2 mobil, jadi ngga perlu pulang semua deh.



Sambil menunggu hubby n brother-in law mindahin barang2, aku sempat keliling2 sendiri sama mertua. Ada Tiger Cave. Resto dengan nuansa unik, dimana pengunjung bisa menikmati hidangan di dekat 2 harimau putih yang super big size!! (kayaknya di Singapore ada juga resto semacam ini). Harimaunya keren banget! Bolak balik ngintip di balik jendela besar. Mungkin mereka ngeliat tamu resto itu kyk menunya mereka ya hehehehe...

Ada lagi area orang utan. Ada yang asyik main ayunan. Guling-guling. Berjemur, dll. Lucu sekali. Seperti orang beneran :)

Spot foto bersama macan. Untuk foto bersama binatang (ada macan sama orang utan) pengunjung cukup membayar Rp 10.000 (foto dengan kamera sendiri).
Singa/macan yang cukup aman buat berpose ada Yulia (7bln) & Christina (14bln). Mereka 2 bersaudara. Siang itu kerjanya tidur doank. Singa/macan baru aktif sewaktu malam karena mereka termasuk hewan nocturnal. Baru tumbuh surai sekitar usia 5thn. 1 jantan bisa mempunyai betina sampai 20 ekor. Penglihatannya di waktu malam seperti penglihatan kita di waktu siang-bahkan malah beberapa kali lipat jarak pandangannya.Begitulah penjelasan petugasnya.
Jadi siang itu mereka dibangunin buat sekedar berpose sebentar dgnku. Untuk menarik perhatiannya dikasi mainan. Wah, beratnyaaa.... Bulunya agak kasar. Kalau lebih dewasa tambah kasar lagi. Kukunya sudah dipotong. Telapak tangannya besar sekali.


TSI II ini cocok dikunjungi oleh anak2. Selain untuk bermain juga bisa untuk belajar. Berbagai wahana untuk anak2 bnyk dijumpai di sini. Tiket terusan Rp 35.00 (kecuali sepeda layang). Kalau tidak menggunakan tiket itu harga per wahana rata2 Rp 10.000.

Berbagai show juga disajikan sebagai sarana hiburan & edukasi. Edukasi ini penting, untuk pengunjung dewasa sekalipun. Melalui show2 ini kita diajak untuk lebih mengenal & mencintai lingkungan sekitar. Misalnya dengan membeli kaos hasil lukisan gajah (Rp 80.000 untuk dewasa/Rp 70.000 untuk anak2) atau Rp 10.000 ke kakatua, kita sedikit banyak memberikan donasi untuk kelestarian mereka.