Wednesday, October 11, 2006

Backpacking @ Phuket & Bangkok, Thailand

13 Comments

Akirnya setelah satu tahun berselang.....free ticket dari Air Asia aku pake dari tanggal 24 - 29 Sept 2006. Namun karna keterbatasan koneksi ke internet ya baru skarang aku post ya. Hehe. So here's the story .....

24 - 9 - 2006 ( Airport Day )
Kali ini I'm going alone, karena pada susah mau nyocokin jadwal ama teman2 (tahun lalu maksudnya ) ;p So, jam 10 p.m aku dianter ma Pei ke Juanda, soalnya penerbangan ku di delay ampe jam 00.00. So, aku nunggu sekitar 1 jam di Juanda,stlh byr airport tax domestic (Rp 30.000,-) lalu terbang ke Cengkareng. Sampe sana, nunggu lagi ama tiduran di airport +- 2 jam. Setelah check in n bayar fiskal (1 juta Rp....grrrrr) n bayar airport tax internasional (Rp 100.000,-) tunggu lagi 2 jam .....grokkk...grokkk.... akirnya brangkat ke Kuala Lumpur. Sampe KL masuk di terminal KLLCC,terminalnya budget airlines. Tunggu lagi 2 jam, dengerin mp 3 ku n baca buku n makan McD. Akirnya brangkat ke Phuket, fieuh.....dikit banget isi pesawatnya. Aku bisa bobo pake 3 kursi ....nyenyak deh...

25 - 9 - 2006 ( Phuket )
Akirnya setelah sktr 2 jam perjalanan, aku tiba di Phuket. Di airport ini tersedia berbagai macam penawaran jasa travel untuk booking hotel/tour/car, dsb. Jangan tertipu dengan tulisan loket Pusat Infomasi Pariwisata Thailand Selatan karena ternyata ini juga hanyalah sama juga travel2 yang lain, malah lebih mahal lagi. Ada layanan minibus ke daerah Patong Beach seharga THB 150. Jadi kita langsung di antar ke hotel/tempat tujuan kita di daerah Patong yang berjarak sktr 45 menit dari airport. Sebagai first timer di negara ini akirnya aku putuskan booking hotel dari airport ini. Ternyata di jalanan di dekat airport banyak travel yang menawarkan harga hotel lebih rendah. Wah... ya uda ikhlas deh :( pengalaman emang mahal.Hahaha... Ternyata di mudah sekali cari hotel di Patong Beach, karna sejauh mata memandang, bisa kita temukan hotel dari kelas melati ampe bintang 5.

Recomended Hotel : Aloha Villa @ Rat - U - Thit Road, Patong Beach
The Nice Hotel - 205/14-15 Rat-U-Thit Rd, Patong Beach (THB 500)

(Ini 2 hotel yang aku masuk bener2 liat roomnya. Ada TV, air panas, balkon, double bed,lemari es) O ya, harga di atas berlaku pas low season. Aloha letaknya lebih strategis, cuman 5 menit jalan kaki ke pantai. Yang Nice 10 menit lah. Tapi tak usah bingung masalah transportasi di Phuket bagi Anda yang biasa berkendara. Sepanjang mata memandang pula, bisa terlihat tulisan FOR RENT diatas spd motor or mobil dipinggir jalan.

Sambil mencicipi bbrp makanan yang menggiurkan di pinggiran jalan di sktr hotel, aku juga survery harga sewa motor. Untunglah hujan gerimis tidak terlalu mengganggu kegiatan explorasiku. Malam menjelang, lampu lampu bertebaran di kiri kanan BANGLA ROAD. Jalan itu ditutup untuk kendaraan dimalam hari, sebagai gantinya lautan manusia memenuhi jalan yang penuh dengan bar, diskotik, Kickboxing Gym, and segala macam toko. Pramusaji n ladyboys mempromosikan bar nya masing2 dalam bahasa Thai yang bersahut - sahutan. Alhasil Heineken pun laris kayak kacang goreng, itu kayak minuman kebangsaan disono kali ya. Yah disinilah pusat kehidupan malam di Phuket. Walau sarat dengan kehidupan malam, orang Thai sangat kental kehidupan beragamanya. Bahkan di depan bar - bar itu bisa ditemui tempat sembahyang yang sangat terawat. Tempat sembayang ini bisa ditemui hampir disemua sudut kota Phuket.

Setelah puas berkeliling, capek mulai menghajarku, maklum dari kemarin blum tidur dengan benar. So, aku balik ke hotel n langsung menghilang dalam mimpi.

26 - 9 - 2006
Setelah re-charge batere kakiku, pagi2 jam 8 aku sudah kluar hotel. Cuaca mendung masih sama kayak kemarin. Hum... tapi tak lama aku sudah tau pola hujan disana yang aneh banget. Kalo hujan nga perlu bingung, karena nga akan lama turunnya. Kita tidak akan pernah bisa menebak kapan ujannya datang, karna hujan bisa sangat deras tapi menit kemudian panas datang.Begitu pula kalo lagi panas, menit berikutnya tiba2 hujan.

So, akirnya aku memutuskan sewa sepeda motor di dekat hotel. Aku memilih tempat persewaan yang cukup terlihat bisa dipercaya (orangnya punya toko disitu) karena kita harus meninggalkan passport ke dia sebagai jaminan. Sebagai gantinya kita dapat surat tanda trima. Aku dapat harga THB 200 soalnya bensinya masih lumayan full. Kalo nga ada bensinya bisa dapet THB 150. Ada pilihan automatic n manual motor di sana, tapi ... aku kan nga pernah naik yang automatic, so ...ya aku pake yang biasa aja. Bapak yang menyewakan motor cukup baik, aku di bonusi ama dia dibawain jas hujan plastik gitu, jadi krasa aman deh.

Berbekal petunjuk arah dari resepsionis hotel n juga beberapa peta wisata Phuket, akhirnya aku menuju ke Karon Beach dulu. Humm...udaranya dingin segar, sepanjang perjalanan kesana aku melalui tebing yang di kiri kanan nya pepohonan. Jadi inget lagu anak2, naik2 ke puncak gunung ....tinggi2 sekali ....hahaha.... Untung aku pake sweater deh. Papan petunjuk jalan di Phuket sangat tourist friendly, tidak perlu takut nyasar deh. Akirnya sekitar 15 menit aku sampe. Disana masih sepi, anginnya bener2 keras, ombak bergulung2. Santai n tenang,hanya terlihat beberapa orang berjalan di tepi pantai.

Dari Karon pantai selanjutnya adalah Kata Beach, tapi bolak balik aku cari tuh pantai nga ketemu yang ketemu malah pecahan kecilnya yaitu Small Kata (Kata Noi). Tapi Small Kata ini sepertinya sudah tertutup untuk umum, yang boleh masuk hanya tamu hotel bintang 5 yang letaknya tepat di seberang pantai itu.

Aku lanjutkan perjalanan ke KATA View Point, ini tempat ke dua tertinggi di Phuket Island. Dari View Point ini bisa kita saksikan Patong, Karon dan Kata Beach. Di atas, aku rada sulit bernafas, selain karena pemandangannya, juga karena angin yang seakan mau menerbangkan kita.


Aku ingin berlama - lama di sana,tapi uda nga kuat kena anginnya jadi aku lanjutin perjalanan ke Promthep Cape. Sempat di hajar hujan deras selama 1 menit waktu aku menyempatkan mampir di Unknown Beach (lupa namanya) yang cukup keren, tapi masih bisa aku lihat sisa2 tsunami disana.Sampai di tempat tertinggi di Phuket ini, hujan 1 menit datang lagi,lalu panas menyengat menggantikannya dimenit berikutnya.Benar2 menakjubkan, kita lihat Phuket di kanan kita, kita lihat Samudra lepas di depan kita. Dan yang namanya angin, benar2 uda seperti mengajak kita terbang. Pijakan kakiku sempat goyah diterpanya. Di sini kita juga bisa temui banyak toko souvenir dan restaurant. Tatkala dulunya tempat ini di pergunakan oleh para marinir untuk mengawasi lautan karena merupakan tempat tertinggi di Phuket. Namun skrg dipergunakan sebagai tempat wisata, tempat terbaik melihat sunset.



Turun dari Cape itu, perut ku berteriak2 minta diisi. Aku berhenti di jalan menuju Phuket Town,di sebuah depot mie soup. Makanan Thai bener2 membuat lidah nga mau diam, mie kuah itu kaya akan rempah and sambal yang dihidangkan ada beberapa jenis yang nikmat banget pokoknya. slurpp.... Puas mengisi perut, lanjut aku ke Phuket Town. Kondisinya padat, n juga banyak debu karena sedang ada perbaikan jalan dimana2. Tak lama aku berputar-putar di kota itu, segera aku kembali meneruskan perjalanan ke arah utara, kulewati Kalim Beach yang tidak terlalu indah namun cukup besar. Lalu kutemukan Laem Sing Beach yang menurut buku panduan adalah pantai indah yang terpencil, namun pantai ini memerlukan sedikit tracking di jalan setapak yang menurun dan sedikit licin saat itu karena air hujan serta pengunjung di tarik biaya masuk serta biaya parkir kendaraan. Dengan berbagai pertimbangan akirnya aku memutuskan lanjut saja ke Surin Beach.

Nah, pantai terakhir ini yang paling sesuai dengan seleraku. Dari pintu masuk terlihat sekali bekas2 tsunami masih mengotori beberapa tempat khususnya di bagian ujung2 pantai. Tapi bagian tengah nya sudah cukup bersih dan ada beberapa tempat makan seafood disana. Kesan dai Surin ini santai, dan tidak seperti Patong yang sudah komersial (Bahkan kursi pantainya di tarip seharga kalo nga salah 100 THB). Ada beberapa bule asik berjemur (tidak sampai 5 menit yang lalu hujan sudah datang), aku juga memutuskan menikmati dan istirahat di pantai ini sambil membaca buku setelah menyusuri pantai itu dari ujung ke ujung sambil berharap-harap cemas akankah kusaksikan sunset di Thailand ini? Ternyata jawabannya adalah tidak. Semakin sore,sang awan kelabu kembali datang,lalu tak lama dalam perjalanan pulang hujan datang cukup deras. Dengan menggunakan jas hujan yang kubawa aku melanjutkan perjalanan plg ke hotel yang memakan waktu sekitar 1 jam karena cukup susah mengemudi dlm hujan deras dan di jalan yang basah serta berkelok2 dan naik turun.

Sehabis mandi dan hujan uda pergi jam uda menunjukkan jam 5 sore , aku keluar dan memulangkan motor yang uda menemaniku satu hari ini. Dengan kelaparan, aku memasuki sebuah area seafood centre di depan hotel ku. Wah.... aku nga pernah wisata kuliner tapi di sini rasanya pingin makannnnnn trussss. Aku pesan Tom Yum Seafood & Kerang BBQ disertai sambal rempah yang rasanya waaaahhhh crita aja uda buat aku kepingin lagi nih. Alhasil aku keluar dengan kekenyangan hehehe... setelah jalan2 di Bangla dan Patong, aku membeli makanan seperti rujak pencit dengan ikan teri dan kacang serta banyak cabe yang banyak dijual di pinggiran jalan. Makanan di Phuket ini tidak mahal, berkisar antara 20-50 ribu tergantung apa yang kita pesan yang penting puas. So, bagi kalian yang suka makanan pedas jangan terlewat mampir di Thailand dijamin nga rugi deh.

27-9-2006
Waktu ku di Phuket tinggal setengah hari, kusempatkan diri mencoba mencicipi makanan di depot bernama Number 6 diseberang Aloha hotel yang selalu penuh dengan orang khususnya turis bule. Untuk mengobati penasaranku, aku sarapan disana. Dengan 100 THB aku mendapat 1 paket roti toast 2 helai, 1 kopi/teh, 1 es jeruk, 2 ptg sosis, dan 1 omelete. Kenyang banget deh, sayang tidak ada yang istimewa dengan menu yang ini, mgkn bukan menu pilihan ya.

Ku habiskan waktu untuk bersantai di Patong sampai di jemput minibus ke airport dengan harga 200 THB yang kupesan dari hotel.Untung bagiku, sepertinya karena hanya aku penumpangnya aku di oper naik semacam sedan taxi gitu.

Akhirnya aku bertemu airport lagi, di airport yang ini Air Asia membagi check-in penumpang dengan bagasi dan yang tanpa bagasi so aku bisa langsung masuk tanpa antri.

Akhirnya aku sampai di airport Bangkok yang baru diresmikan berjalan hari ini pada pkl 20.00, dan Suvarnabhumi Airport ini bener2 designnya modern punya deh!

Aku di sambut hujan deras, setelah diberi informasi oleh orang2 yang sengaja di siapkan untuk membantu pengunjung (karena baru dan besarnya airport ini), maka aku tahu bahwa untuk mencapai public transport kita harus naik free shuttle bus menuju stationnya sejauh 20 menit. Lalu sesuai dengan petunjuk aku naik bus 551 yang seharusnya berhenti di Victory Monument, namun setelah hampir 2 jam perjalanan menuju tengah kota, bus itu malah menepi di halte di jalan yang cukup gelap dan sepi untuk ukuran tengah kota. Seorang backpacker lain dari Swedia ikut turun bersama ku, alhasil kami bingung karena menurut pendengaran kami pak kondektur bilang kami harus ganti bus nomor 70 tapi ternyata yang dimaksud adalah 17 yang pengucapannya dalam bahasa Inggris adalah mirip.

Teman perjalanan ku turun di Siam Square daerah pusat perbelanjaan di Bangkok. Aku masih harus ganti bus no 15 untuk menuju daerah Kaosan Road daerah pusatnya backpacker berkumpul. Gerimis menyertai ketibaan ku di sana, dengan perut kosong dan lumayan kedinginan aku langsung menuju Kaosan Palace Hotel yang kudapat infonya melalui net. Hum... saking lamanya sampe lupa harganya..... kalo nga salah about THB 500. Hotel ini tidak mewah malah sangat susah mau dikatakan hotel, tapi memang kamarnya banyak.

28 - 9 - 2006
Kaosan Road, juga dikenal sebagai surganya backpacker. Kalau mau membayangkan persis dah sama Legian-nya Bali. Jalan ini tidak dibuka untuk kendaraan di sore hari. Yang ada disana hanyalah lautan manusia yang menikmati suasana hidup di sepanjang jalan itu. Di kiri kanan jalan penuh dengan bar-bar dan cafe, moneychanger, toko segala macam souvenir, foot massage, bookstore, cd bajakan, dannnnn makanan.......

Pagi ini cerah, aku putuskan untuk berkeliling ke temple2 yang sangat terkenal keberadaannya di Bangkok. Sebelum membuat kaki ku bekerja keras hari ini aku menanyakan beberapa informasi ke resepsionis. Dan yang sangat di tekankan olehnya ... (yg jg telah di peringatkan oleh seorang ibu2 penjual kelapa bakar di Phuket) " DON'T TRUST THAI MAN" Dengan menggunakan tuk2 yang menawarkan THB 10 untuk keliling 4 temple aku akhirnya mencoba kendaraan khas Thailand itu. Satu lagi yang harus diwaspadai di Bangkok ini "JANGAN BERURUSAN DENGAN JEWELRY JIKA ANDA BUKAN AHLI" peringatan ini bahkan ada di box Tourist Information Centre. Ini dikarenakan banyak sekali penipuan berhubungan dengan perhiasan di kota besar ini apalagi terhadap single women traveller.

So, aku keliling berbagai tempat yang di kenal sebagai icon Bangkok sampe kaki ku lecet. Tapi asik juga sih...hehe....matahari masih mau menyertai perjalananku. Ada Golden Temple yang merupakan kuil tertinggi di Bangkok, sehingga kita bisa liat pemandangan kota Bangkok dari atapnya. Lalu ada Wat Po, sebuah kuil tertua di Bangkok yang dulunya merupakan pusat belajar raja2 Thailand. Di dalam kuil ini ada patung Budha Tidur yang sangat terkenal berwarna kuning emas hehe ..pokonya panjang banget.



Oh iya ada peringatan lain buat temen2.Dalam perjalanan pulang ada taman besar banget dengan merpati memenuhi jalanan. Karena menarik aku berhenti sebentar menonton kumpulan besar merpati itu jalan2 di trotoar yang ramai dengan penjual es, orang duduk2 di kursi taman, dsb. Tak lama datang seorang cowok Thai yang lumayan lusuh menawarkan sebungkus kecil biji2an jagung ama beras mungkin buat kasih makan merpati2 itu. Aku bilang tidak dan mulai melanjutkan perjalanan, dia masih mengikutiku dan memaksa memberikan sampe jatuh2 segala tuh biji2an. Alhasil dia minta duit untuk jagung2 itu. Dengan nada marah aku bilang NO! lalu kukasih recehan yang ada disaku ku sambil trus berjalan. Untuk itu jangan terlalu tertarik dengan merpati2 itu ya.

Malam hari aku habiskan waktu menikmati Kaosan Road, keinginan hati sih mau lihat daerah Siam Square yang terkenal tapi gerimis mengurungkan niatku. Aku mencicipi Pad Thai (semacam kwetiau) dan sekali lagi aku jatuh cinta pada makanan Thai dengan acar cabe yagn gede2 n enak ini. Hummm .. lalu aku pesan minibus untuk ke airport di travel agent di Kaosan Road. Harga yagn ditawarkan macam2 tapi harga termurah yagn aku dapat adalah THB 120 dari Kaosan ke Suvarnabhumi Airport.

29-09-2006

Dimulailah lagi kencanku dengan Airasia. Jam 4 pagi aku sudah bangun karena aku dijemput jam 5. Setelah menanti hampir 2 jam di airport akhirnya gate check-in penerbangan Bangkok - Malaysia dibuka, segera setelah check-in bagasi (walaupun kecil tapi uda nga kuat bawa :p) aku bayar international airport tax sebesar THB 500. Airport ini bener2 keren deh dalamnya, keren abis dah! Di pesawat kembali aku punya temen baru, anak Bangkok namanya Amy, penerbangan kali ini nga terlalu terasa lama karena kami banyak ngobrol tentang berbagai hal.
Sesampai di KLLCC (airport khusus AirAsia) aku melanjutkan perjalanan ke Surabaya, nah ini deh udah penyakit yang namanya penumpang dari Malaysia ke Indo yang rata2 orang Indo ini nga tau yang namanya "antri" aduhhh uda gate check-in penerbangan jurusan ini slalu kayak pasar, main serobot! Jadi harus balapan di sini yang nga punya malu slalu lebih menang.

Sukur akhirnya sore hari aku menginjak Surabaya dengan selamat, lalu mikir lagi ..... kemana ya next destination? hehehe......Australia? Doain aja ya... ;p