Showing posts with label Singapore. Show all posts
Showing posts with label Singapore. Show all posts

Saturday, April 02, 2011

Mari menikmati alam negara Singa

Siapa bilang di Singapura melulu gedung-gedung pencakar langit dan shopping mall. Mari kita menikmati alam di negara kecil ini.

Sungei Buloh

Taman nasional ini berada di barat laut Singapura. MRT terdekat adalah Kranji, setelah itu pengunjung harus mengambil bus, entah paid shuttle bus (yang mahal menurut kami) atau bus biasa. Bus biasa di akhir minggu tidak akan masuk ke lokasi, jadi diperlukan jalan kaki cukup panjang (apalagi di hari terik, weh).

Sekilas:
- Harga masuk 1 SGD (Rp 6500-7000).
- Fasilitas di gedung masuk utama berupa kantin, vending machine, ruang audio visual, ruang pameran (mini   musuem), ruang baca, toilet.
- Terdapat mesin air minum dingin (cooling water) gratis di beranda ruang pameran.
- Sepatu kets dianjurkan, terutama musim hujan. Tapi sejelek2nya jalan berlumpur di sana, masih berupa jalan berkerikil dan rata adanya (ck, kurang menantang emang).
- Selama berjalan, tak jarang kami menemui monitoring lizard segede gaban. Sekilas mirip komodo mini tapi bukan lah. Mereka sedang asik berjemur sinar mentari.

Selengkapnya bisa dibaca semua di websitenya .
Tips: bagi yang suka hunting foto, siapkan kamera tele nya :)

MacRithie Water Reservoar

Bendungan air terbesar di Singapura ini dikelilingi hutan dengan area sangat luas. Paru-paru negara ini menjadi favorit warga Singapura untuk berhiking atau berjogging ria. Tak lupa, bendungannya dimanfaatkan untuk olahraga air seperti kayaking.
Sekilas:
- biaya masuk : free
- Mari bermain kayaking! Biaya sewa kayaking sekitar 15 sgd /kayak/jam. Cukup mahal sih, hiks. Dan area utk bermain kayak sangat terbatas jadi dalam hitungan 10-15 menit bosan sudah. :p Ini dikarenakan standar kemanan yang benar-benar diterapkan. Bahkan di laut lepas dibutuhkan lisensi berkayak.
Jadi kayaking di sini lebih ke pada olah fisik, bukan sight seeing. Disarankan mengambil 2 in 1 kayak, supaya bisa saling mengobrol.
- Siapkan waktu dan fisik jika mau berhiking ria. Pahami rute betul2 sehingga tidak berputar-putar di dalam (saking luasnya).

Selengkapnya bisa dibaca di websitenya dan di wiki.

 
 

Pulau Ubin

Sekilas:
- Biaya ferry 2,5 Sgd/jalan.
- Mari bersepeda dan makan seafood!
Sewa sepeda sekitar 10 sgd/jam. Bole ditawar2 sih, harga dibuka sekitar 18an.
Kami tak jadi menjajal seafood yang katanya lebih murah daripada di pulau Singapura, terlalu capek dan panas membuat nafsu makan kami berkurang.
- Kami menuju Chek Jawa. Setelah memparkir sepeda kami di tempat yang disediakan (tempat parkir dengan gembok roda), kami jalan menikmati pinggiran laut dan hutan mangrove. 

Selengkapnya baca di sini.


Taman2 kota di banyak area se-Singapura cukup menyenangkan, sebut saja Botanical Garden dan Toa Payoh Town Park. Saya tidak menganjurkan Chinese Garden yang "gundul" dan panas. Nothing to be seen actually. Just a hot n humid weather n non that artistic chinese pagodas.

Wednesday, January 26, 2011

"I love museums" 2011

Bagi penggemar museum, Singapura adalah salah satu surganya di Asia Tenggara. Nyaman, informatif, boleh didokumentasikan asal tidak menggunakan flash dan rajin mendatangkan materi-materi dari negara lain

Tak jarang pula mereka memiliki hari-hari open house alias bebas biaya masuk.
Biasanya hari-hari open house digelar mendekati hari-hari besar, seperti : Idul Fitri, Natal, Tahun baru. Bahkan museum tertentu memiliki jadwal pasti seperti minggu ketiga tiap bulannya. Atau mereka sedang merenovasi galeri tertentu. Untuk lebih detail dapat dilirik di http://www.museums.com.sg/ atau di tiap website museum bersangkutan :)


National Museum of Singapore
Kali ini National Museum of Singapore mendatangkan mater pameran dari Italia. Mengusung judul "Pompeii, Live in Roman Town in 79 CE"
Tiket masuk seharga 12 S$ tapi karena hari Minggu itu bertepatan dengan open house mereka, jadi bebas masuk ke semua galeri mereka tanpa bayar. Momen-momen seperti ini yang selalu dinanti oleh teman saya yang tinggal dan bekerja di Singapura. Bagaimana tidak, hari biasa tanpa pameran khusus saja sudah cukup menggiurkan untuk membayar biaya masuk 12 S$. Apalagi ada pameran khusus yang tiap saat belum tentu ada.

Pameran disambut dengan replika mumi korban letusan gunung berapi Vesuvius pada 79 Masehi, yang dalam dua hari membuat Pompeii hancur luluh lantak, terpendam abu dan tak terkenali keberadaannya selama berabad2, sampai diketemukan lagi di abad 18!

Disediakan ruang untuk menonton film 3D jam-jam terakhir sejak letusan gunung hingga terkuburnya kota Pompeii. Pengunjung kemudian diajak melihat artifak-artifak kota Pompeii seperti bagaimana kebiasaan makan dan minum, peralatan ukur untuk berdagang, peralatan kedokteran. Galeri selanjutnya menuju ke sistem kepercayaan masa itu, termasuk perkuburan.

Galeri selanjutnya mengenai rumah (orang kaya terutama) di Pompeii masa itu. Mulai dari kebun luar, ruang depan (teras), kamar tidur, kamar bersantai, dapur, dsb.

gallery for eating and drinking in Pompeii, medicine
mosaic
bronze tray with removable handles

Pameran diakhiri dengan ruang arkeologi dan referensi, baik buku, maupun audio visual. Dua jam tidak cukup untuk menjelajahi semua dengan cermat apalagi berfoto :). Apalagi menjelajah galeri lain di museum, masih ada hari open house lainnya :p
archeology and reference

Peranakan Museum
Museum ini didirikan di atas bekas gedung Asosiasi Peranakan Singapura sekitar 2 tahun yang lalu.
Termasuk museum baru di Singapura dan layak untuk dikunjungi. Bea masuknya sebesar 6 S$. Galerinya tersebar antara lantai 1-3.
Galeri 1 di lantai 1
penyebaran Peranakan di Indonesia
Kain Lepas gaya Hokokai, Pekalongan Jawa th 1940an
Penutup makanan Peranakan Indonesia, Palembang Sumatera Selatan th 1900
rombongan anak sekolah berkunjung
Dan kala itu ada pameran khusus tentang "Ramayana Revisited". Saya memutuskan untuk tidak menggunakan tur dengan guide (guided tour) agar lebih leluasa menikmati tiap sudut dan alat-alat interaktf yang tersedia.

Sunday, October 21, 2007

Singapore 2007

The Enigma of Arrival
13 Okt 2007
Barisan kerlip lampu dilandasan dan terminal Juanda menghantar kami tinggal landas, akhirnya aku berangkat ama Lik. Kebetulan dengan penerbangan AK 917 kami mendapat pesawat terbaru airbus AirAsia. Dengan tempat duduk yang lebih nyaman dan lebar, dan awak pesawat yang ramah sekali kami memulai liburan kami, kami sempat ngobrol santai begitu sama salah seorang pramugaranya sampai tidak terasa kami sudah tiba di KLLCC Terminal.

Setelah melewati imigrasi, ada counter Skybus yang bisa mengantar kami ke KL Sentral Station yang berjarak kurang lebih 1.5 jam perjalanan dengan hanya 9 RM. Ada juga sih Aeroline yang seharga 8 RM tapi bus nya kelihatannya lebih enak yang Skybus (official punya AirAsia juga). Skybus ini keberangkatannya setiap 30 mnt. Rute LCCT - KL sentral (7a.m. - 1.15a.m) Rute KL Sentral - LCCT (3.30 a.m - 10 p.m). Lalu kami naik taxi (10 RM) ke hostel.Jadi jam 12 tepat kami tiba di PUDU HOSTEL.
Reception yang melayani kami adalah seorang cewek Indian yg ramah, kami membayar 12 RM/orang untuk 1 bed dan deposito 10 RM/berdua. Di ruang lobi itu ada cafetaria, pool table, 2 televisi dan banyak sofa yang cukup nyaman dan bersih untuk ukuran hostel di daerah itu. Kamar kami adalah sebuah kamar kecil dengan 2 ranjang double decker, penghuni lainnya adalah cewek dari Ireland dan Jepang.

Setelah meletakkan barang kami, kami menyempatkan diri untuk makan Nasi Lemak di Estana Curry House di dekat hostel. Lokasi Pudu Hostel sangat strategis. Tepat dibawahnya adalah 7Eleven, tepat di depannya adalah Pudu Raya Bus Terminal, tidak jauh juga ada Pasar Rakyat LRT terminal, 15 menit perjalanan kaki dari pusat belanja Bukit Bintang.
Sudah kenyang, kami sempat menanyakan tiket bus ke Singapore untuk pagi besok tapi karena ini adalah hari Raya Idul Fitri travel agent itu menyebutkan harga2 yang bisa dibilang rada ngawur. So, dengan gambling kami memutuskan menunggu terminal buka jam 8 baru membeli tiket disana. Harga normal adalah berkisar antara 25-30 RM sekali jalan dan kami ditawari sampai 60 RM :( .Jika kita merencanakan perjalanan PP adalah baik jika kita membelinya di KL karena kurs di Singapore adalah hampir 3 x lipat.30 RM dan 30 SGD hehehehe......jauh bok!
Pudu Raya Bus Station
14 Okt 2007
Bangun tidur kami langsung menyeberang jalan dan mencari tiket, karena liburan buanyak banget orang di stasiun itu dan akhirnya kami mendapat seharga 40RM (lagi2 dengan alasan hari raya). Karena bus akan berangkat 30 menit lagi, tanpa mandi kami langsung packing dan check out hostel :p
8.30 perjalanan panjang ke Singapore dimulai dengan bus Eltabitha. Selepas kota KL, pemandangan selama sekitar 4 jam berikutnya adalah perjalanan panjang yang membosankan karena sepanjang itu pula kita hanya di hibur oleh deretan kelapa sawit!!! Sebelum mendekati perbatasan Malaysia - Singapore ada pemberhentian bus bernama Lucky Garden dimana kita bisa makan,ke wc (tandas), or membeli souvenir khas Malaysia. Bus akan berhenti sekitar 30 menit dan melanjutkan perjalanan ke perbatasan. Antrian panjannnggg sekali menghiasi jalanan perbatasan itu, begitu pula ketika kami tiba di Woodland Checkpoint (Imigrasi Singapore) antrian orang pun panjannggggg banget. Dan karena antrian2 ini pula akhirnya ada kesalahan persepsi dari teman2 satu bus ku. Kami semua menuju tempat stop nya bus, tapi bus kami tak ada disana .... semua orang bingung dan akhirnya ada sopir bus lain yang bilang kami sudah ditinggal. So, mereka akhirnya menerima penawaran sopir itu 5 RM untuk membawa mereka ke kota. Aku masih belum rela aja apalagi si sopir itu sok banget, so aku masih bertahan di sana beberapa saat sampai Lik uda nga sabar n memutuskan naik bus umum SMRT yang menuju kota dengan harga 2.30 RM. Begitu kami duduk di bus itu, aku melihat bus Eltabitha kami berhenti di pemberhentian. Hiks .....mungkin dia sendiri juga antri bus, mungkin juga dia uda putar lagi menunggu kami yang lama banget di Imigrasi.

Selepas turun dari bus, kami masuk MRT station terdekat di BUGIS dan keluar di Clarke Quay Station setelah Lik membeli EZ Link card seharga 15 SGD. Dan betapa kagetnya aku, karena ketika keluar aku tak perlu lagi jalan bbrp meter seperti tahun lalu karena begitu keluar station, SUMMER TAVERN hostel adalah tepat di seberangnya. Lalu aku menoleh lagi celingukan, kiri kanan depan blakang dan baru sadar kalau tempat aku berdiri saat ini itu adalah bangunan konstruksi yang belum jadi tahun lalu. Wahhhh keren semakin bagus aja lokasi hostel favoritku ini!! Bangunan konstruksi itu telah disulap jadi mall yang cukup besar dan ada starbuck,Long John Silver serta Burger King di pintu utamanya. Untuk informasi Summer Tavern bisa di lihat di post lain blog ini. Ow iya, skrg taripnya naik jadi 35 SGD semalam include breakfast + locker.

Summer Tavern Hostel

Selepas mandi dan menata bawaan kami di sebuah kamar dorm dengan sekitar 12 double decker bed kami keluar menuju Chinatown dengan melewati Singapore River (Some memory come up and make me smile .... hope you're here my friends).

Singapore River

Keluar di Chinatown kami menuju Chinatown Food Street. Ketika melihat kata2 Hainanese Chicken Rice langsung air liur menetes. Kami berhenti di depot Tiong Bahru yang ramai penuh mejanya. Ada 2 pilihan harga nasi Hainan ini, yaitu 2/3 SGD (beda banyak ayamnya). Selepas makan kenyang, kami menyusuri toko2 kaki lima di Chinatown itu. Tulisan 3 for 10 tersebar dimana2 dan barang2nya menggoda hati, akhirnya Lik mulai borong barang deh :)

Rasa capek mulai merasuk dan akhirnya kami kembali dulu ke hostel untuk meletakkan barang2 bawaan sebelum bersantai dan duduk2 di Singapore River. Kalau udah jalan2 bawaannya laparrr mulu, jadi kita cari Mc D terdekat yang buka 24 jam karena sudah lewat tengah malam. Ternyata ada di belokan setelah food center di sepanjang Boat Quay (riverside).

15 Okt 2007
Hari ini ke Orchard, Lik puter2 cari coklat di lantai bawah Takashimaya trus sekalian kita lunch di food court disana. Jam uda nunjukin jam 2 lebih, tapi food court itu penuh sesak dan mejanya terbatas. Habis isi bensin kita keluar menuju Border Bookstore, tapi aku sendirian lanjut ke SUNNY bookshop di Far East Plaza yang juga jual buku second sebelum nyusul Lik kembali.
Malam menjelang, setelah kembali ke posko alias hotel :p kami lanjut ke Lau Pa Sat Hawker Centre di kawasan Fullerton MRT. Lumayan banyak pilihan makanan dan murah juga.

Kaki sudah lumayan capek tapi jam masih menunjukkan jam 10.30 p.m. so aku memutuskan jalan2 dulu ke Merlion Park duduk2 dulu dan trus jalan kaki menyusuri river sampai ke hostel karena MRT pasti sudah tutup. Hehehehe si Lik malas banget jalan, tapi dengan enggan ya dia ikut akhirnya.
Sampai di hostel sudah jam 1 an, kami kira tinggal masuk dorm dan tidur setelah perjalanan jauh tapi ternyata kami salah.
Kahlil sang empunya hostel ada disana dengan bbrp teman2nya dan juga penghuni hostel dari berbagai negara. Ada sekitar 10 orang, tapi rame banget di teras itu, penuh dengan canda, olokan, senda gurau,berbagi cerita, dan berbagi pelajaran bahasa sampe kata2 jorok. It feels warm and like home there. Yah perkataan dunia itu kecil terbukti deh (baca blogku).Tak lama Kahlil mengajak kami semua berjalan ke BOLLYWOOD PUB 5 menit jalan kaki dari hostel(milik temannya).Tarian India di peragakan oleh sekitar 5 cewek India secara bergantian,Kahlil menyebutnya belly dancing. Mereka juga menerima tip langsung dari para tamu yang datang.
What an interesting night .... or morning tepatnya karna kita pulang jam 3.30 a.m.

16 Okt 2007
Tanpa kami ketahui, ternyata di Singapore sedang ada festival Deepavali, sebuah ritual tradisi Indian yang menyalakan lampu2 (krg jelas historynya,blum di google :p) jadi ada juga seperti bazaar dan deepavali heritage gitu di sebuah jalanan di Little India. Pedagang kaki 5 ini menjual segala barang khas India dari kalung bunga, makanan kecil(muaniiissss smua), keripik2, heena(tinta tatoo),CD,lampu2 dengan berbagai bentuk, sesajian, baju, selendang, bindi (tanda di dahi wanita India),Bangle,dll. Ada pertunjukan pembuatan Bangle dari "lac" semacam kayu begitu,jadi kita bisa order sesuai bentuk dan warna yang kita inginkan. Sayangnya sang pembuat tidak berseni dan susah berkomunikasi,jadi yang dibuat samaaaaaa terus, sampe ngantuk aku lihat sembari nunggu Lik pesan.


Dari Little India kami mampir di Mustofa Center (24 jam) tapi saking padat dan sesaknya kami memutuskan untuk kembali lagi malamnya. So, kami jalan menuju Arab Street untuk mencoba menu makanan ala timur tengah. Kahlil merekomendasikan Amirah's Grill di Busorah Street, untung deh sampe sana langsung hujan.

Tapi kecewa juga soalnya harusnya setelah makan mau ke Sentosa lihat wahana baru Song of the Sea. HIkss.....Alhasil setelah makan dan ketemuan sama teman kerja lama si Jon dan temannya Rocky, kami diantar kembali ke hostel. Hehe thanks ya.Kami juga sudah sempat membeli tiket untuk balik ke Pudu Raya, KL dengan harga 27 SGD di Golden Mile Complex dengan melalui travel agent SRI MAJU.Kembali kami harus meletakkan barang belanjaan, sebelum berpetualang lagi.

Dengan menggunakan MRT kami turun di Farrer Park dan kembali ke Mustofa Center pada jam 11.30 p.m. dan kami harus menggunakan taxi untuk kembali karena MRT sudah akan tutup.Ini toko serba ada terbesar yang pernah aku datangi saat ini, kaki udah rasanya mau copot tapi belum selesai aku kelilingi semua lantainya sampai jam 3.30 a.m. Aku blanjanya banyak makanan, hihihi makanan yang nga ada di Indo, trus chilli2an,dll gitu deh bahkan juga mie instant dan soup2an.

17 & 18 Okt 2007
Buka mata, kaget banget, uda jam 11.15 a.m. hueeeee 45 menit lagi musti check out. Setelah check out,luggage kami tetap titipkan di hostel lalu kami brangkat ke Orchard lagi karena ada bbrp barang yang ketinggalan dibeli. Kami lunch di Food Republic (lantai 4 Wisma Atria) di mana juga merupakan food court.

Malam hari kami mendapatkan pengalaman mahal yang tak kan terlupakan. Kami tertarik untuk makan di Boat Quay sebagai penutup perjalanan kami dan akhirnya setelah melalui setiap sales makanan di depan resto mrk masing2 yang gigih menawarkan menu mrk, kami memilih makan di Haven Restaurant.Suasananya bagus, banyak turis western juga yang makan sana. Tapii ...... AWAS PENIPUAN!!!! WARNING !! IT'S A TOURIST TRAP!

Ceritanya setelah melihat menunya,yah walau termasuk mahal masih reasonable lah so kami ok dan duduk disana. Kami mendapat free drink, bisa segala minuman. Lalu kami pesan menu Ikan masak Asam Manis yang di menu seharga 30 SGD.Tomyam SGD 15 untuk aku sendiri. Sambil menunggu order kami keluar, ada sepiring kecil(lepek sambel) kacang2an. Si Lik mulai curiga dan dia bertanya kepada salah seorang pelayannya apakah itu complimentary? YES! begitu jawabnya. Tapi begitu keluar bonnya, doengg....kacang bayar, tisue basah di meja bayar, dan paling parah, ikannya keluarnya seharga 80 SGD!!!!!!!! DAMN, dirty bussiness, ternyata ikannya di hitung per ounce.Sebelumnya juga seorang westerner di meja sebelah kami hampir tertipu, ada mknan yang masuk ke bill nya padahal dia tidak order untung dia teliti.
Sebuah penutup yang benar2 tidak menyenangkan. Tapi ya sudah deh.... pengalaman emang mahal. Maka semoga blog ini membantu.

Kembali kami ke hostel dan say goodbye kepada semua staff yang baik and friendly lalu kami segera memesan taxi via telepon tapi .... ternyata jam 9 - 11 adalah jam sibuk taxi2 itu. So kami berjalan sampai di Singapore River untuk ambil taxi dari sana tapi ternyata masih aja tidak ada satupun yang kosong. Akhirnya kami berjalan lebih jauh lagi sebelum menemukan taxi kosong tapi tanpa argo so dia pasang tarip 15 SGD dari sekitaran Singapore River sampai ke Golden Mile Complex. Dari pengalaman sih yah .. tdk terlalu mahal seharusnya dalam rush hours.

Begitulah kami akhirnya kembali ke KL berangkat jam 11.30 p.m. dan sampai jam 5a.m. Begitu sampai di Pudu Raya Bus Station kami menitipkan luggage kami yang cukup berat di Pudu Hostel dengan harga 2 RM / Luggage. Lalu kami berkeliling sampai tengah hari sebelum akhirnya kembali naik taxi ke KL CENTRAL by taxi seharga about 5 RM.

Begitulah catatan perjalanan kami,dan kami diantar kembali ke Indonesia oleh AirAsia :p tanpa kurang apapun, kecuali satu pak rokok yang titipan seorang teman yang koleksi :( Maap Len. Aku lupa pake wrapping ketika masukin ke bagasi, soalnya rencananya aku bawa hand carry. Damn Again! Fool Me! Ternyata pelayanan bandara belum berubah.

------------------
Keep the light of travelling spirit alive .....

Thursday, January 26, 2006

Singapore - Malaysia

Warning !!! Say NO to High Heel.
Demi keselamatan kaki Anda,carilah sepatu/sandal yang nyaman. Sport shoes is the best.

Singapore Culture Shock : Jangan heran kalau rata2 80% muda-mudi Singapore memakai sumbat telinga(baca:earphone). Mereka tidak terlalu suka dengan basa-basi alias cuek.


16 - 1 - 2006 (SUB - JKT)
Malam semakin larut,tapi bagi ke 5 cewek yang sedang berkemas ini bukanlah saatnya berangkat ke alam mimpi. Petualangan sedang menanti kami di depan mata. Jadi malam itu kami (Ve,Lus,May,Cep,Ter) segera berangkat menuju Jakarta dengan menggunakan Air Asia. Tiketnya cuman 100ribu-an.Murah abis deh,emang terbukti "now everyone can fly" nya Air Asia. Setelah membayar airport tax sebesar Rp 25.000,-/person kami segera berangkat.
Di Juanda kami mendapat berita buruk, Florence pemilik apartment di Lucky Plaza,Singapore yang akan kami tinggali tiba-tiba memberikan kamar kami ke orang lain padahal DP sudah ditransfer ke dia.Ada ada saja! Langsung dengan meminta bantuan teman untuk online kami mencari no telp Summer Tavern yg memang ada di list pilihan kami.
Hujan rintik menyambut kami di Jakarta,lalu terdengar teriakan "Gambir...Gambir...terakhir Gambir". Ternyata itu suara bapak kondektur bus Damri yang telah menanti tepat di pintu kedatangan. Jam sudah menunjukkan tengah malam,kami putuskan untuk segera naik bus itu menuju ke daerah tengah kota JakPus. Tak lama,bang kondektur berkeliling mengumpulkan duit kami, Rp 15.000,- /orang. Kami melanjutkan perjalanan sedikit lagi menuju rumah saudara Ve (tempat kami bermalam) dengan menggunakan Taxi yang telah menanti di pemberhentian bus di Gambir.
17 - 1 - 2006 (JKT - BTM - SIN)
Udara yang sejuk dan hujan gerimis memanjakan kami,tapi waktu tidaklah punya kompromi. Kami segera berkemas dan mempersiapkan diri lalu menuju Gambir dengan menggunakan taxi. Kami membalik rute kemarin malam. Bandara Soekarno-Hatta cukup padat siang itu, kami menuju Batam dengan Air Asia lagi,tiketnya juga sama 100ribu++.Airport tax di Jakarta Rp 35.000,- .Batam kota yang cukup menarik,kecil tapi pesat perkembangannya. Kita bisa menggunakan jasa taxi dari Bandara Hang Nadim menuju Batam Centre dimana kita akan menyeberang ke pelabuhan Harbourfront,Singapore. Biaya taxi sudah dipatok sebesar Rp 70.000,- untuk perjalanan 15-20 menit itu. Di Batam Centre kita bisa memilih beberapa perusahaan penyedia ferry dengan jam yang bervariasi. Kami memakai jasa Wavemaster dengan harga SGD 18/orang (incl.adm and insurance). Di loket Wavemaster kami juga menerima Immigration Card lalu membayar fiskal sebesar Rp 500.000,- di loket pembayaran fiskal.
Dari kejauhan terlihat kelap kelip lampu yang semakin mendekat,ombak yang lumayan besar menyambut kedatangan kami. Dan....tibalah kami di Harbourfront Seaport! Hello Singapore... Kami langsung menuju ke MRT Station dan membeli EZ Link Card seharga SGD 15 yang bisa kita gunakan untuk naik MRT ataupun bus. Jika habis tinggal di isi ulang lagi lewat mesin yang tersedia di semua MRT station.



Mudah sekali! Kami langsung menuju ke Clarke Quay dan mencari Summer Tavern Hostel. Disana kami langsung disambut oleh Kahlil(sang pemilik) dan Bob(yang baru diketahui namanya blakangan) yang menyediakan ice lemon untuk kami semua sebagai welcome drink. Kami diharuskan mengisi form tamu masing2 dan langsung di antar ke kamar dorm yang bisa diisi sekitar 20 orang. SGD 23/person incl.breakfast menjadi pilihan yang lumayan murah bagi kami.

Mandi membantu kami menghilangkan kepenatan, lalu perut kami juga berteriak minta makan mengingat jam sudah menunjukkan hampir tengah malam. Hanya di ujung jalan,sudah bisa kami temui beberapa depot penjual makanan dan bar/ pub.

18 – 1 – 2006 (Sentosa Island)
Mata kami masih tak kunjung mau bekerjasama, tapi lalu aku ingat hey.. kita di Singapore! Bukan untuk tidur gitu loh! Jadi aku bangunkan yang lain lalu turun untuk breakfast di Living Room nya Summer Tavern. Baru kucermati lagi detil ruangan yang juga sekaligus Lobby ini. Ada 3 komputer berfasilitas internet di pojok ruangan yang bisa digunakan para tamu dari jam 6 a.m. s/d 12 p.m.(free) lalu beberapa sofa tempat para tamu bersantai atau bersosialisasi serta breakfast. Suasananya homely dan hangat banget, di meja bar (tapi tidak menjual liquor) ada kaleng berisi uang receh,dalam hati aku berpikir apa itu uang denda ya? Setelah kuperhatikan lagi ternyata itu koin2 dari berbagai tamu dari berbagai negara.Di dinding backgroundnya ada kayu berbentuk X yang ditempeli uang kertas dari berbagai negara juga.(Terlihat ada Rp 1000,- nya Indo)Di pojok ruangan mungil itu ada rak buku dengan banyak buku referensi travelling. Banyak backpacker berkeliaran di hostel ini.

Setelah breakfast ala western (roti,coffee,tea,orange juice) kami siap berangkat ke Sentosa Island. Kami berjalan ke MRT station terdekat Clarke Quay lalu menuju ke HarbourFront. Sesampai di sana tinggal mengikuti penunjuk jalan menuju Sentosa Bus Station. Dari kejauhan sangat mudah dikenali warnanya yang kuning terang. Berbeda dengan angkutan umum di tanah air, bus ini mempunyai jadwal sendiri dan tidak menunggu penuh baru berangkat. Bus itu langsung menghantar kami ke loket masuk Sentosa Island. Disana tiap orang membayar 2 SGD untuk tiket masuk 1 SGD untuk bus nya. Setelah mengambil brosur pusaka berisi rute free bus di dalam sentosa, kami langsung memulai petualangan kami. Ada 4 rute bus yang dibedakan dengan warna line dan 2 rute beach train.

Dengan yellow line kami sampai di Dolphin Lagoon tapi ternyata baru buka jam 10a.m.,tiba tiba ada kendaraan seperti kereta di pasar malam itu lewat kami segera melompat naik aja berkeliling sebentar dan turun di Pahlawan Beach. Tidak seperti pantai2 pada umumnya, pantai di sini seperti sudah ditata letaknya (So Singapore banget ..) Ombak juga tidak besar,pantainya putih bersih.

Next, kami masuk ke Underwater World. Yang menarik,ada dinosaurus kecil (serius nih) entah apa namanya tapi lucu banget ama naga laut (keren kayak di dongeng). Berkeliling Sentosa membuat kami lapar,maka kami menuju daerah Ferry Terminal dan makan Burger King. Dengan adanya jembatan penghubung Singapore – Sentosa Island, maka terminal Ferry ini sudah tidak diaktifkan. Sambil makan, kita tidak akan ditungguin kucing (spt kalo di Indo) melainkan burung hitam(entah apa namanya) dan Perkutut dan juga tak ketinggalan Merak. FYI aja, mereka makan kentang goreng loh!

Satu persatu attractions kami masuki, asik banget kayak di satu pulau penuh tempat wisata. Terakhir sebagai acara penutup, setelah melihat atraksi pink Dolphin kami segera cepat2 menuju tempat atraksi Magical Fountain (permainan air dengan laser). Kami dengan setia menunggu acara yang akan dimulai masih 1 ½ jam lagi. Kami dapat tempat tepat di tengah,pokoknya strategis banget yang diperebutkan ratusan orang disana.Itu yang menyebabkan kami sedikit kecewa ketika acara dimulai jam 7.40 dan hujan deras datang 10 menit kemudian (ditengah show) (_ _o) kami cukup lama bertahan jadi lumayan basah juga.Lalu ketika show selesai hujan pun reda.
Tips : Sedia payung sebelum hujan

Kami pulang dari Sentosa Island menuju Harbourfront menggunakan Cable Car. Dari atas bisa terlihat pemandangan kelap kelip lampu Singapore. Keren deh!

Capek? Tapi itu nga menyurutkan semangat ku untuk menikmati pemandangan malam di Singapore River (5 menit dari Summer Tavern). Setelah mengisi perut (Summer Tavern juga dekat dengan lokasi pusat makanan dan hiburan malam) teman2 kembali ke hostel, aku mulai mengambil beberapa foto dan kemudian menyempatkan diri duduk di pinggiran Singapore River. Udaranya bersih dan sejuk, terlihat beberapa orang lain juga duduk menikmati udara malam ini. Sayup2 terdengar musik dari tempat makan2 di seberang. Suara semilir musik Jazz dari pub didekat sana. Dan sesekali musik rancak dari becak dan perahu yang lewat. Perahu itu membawa turis2 yang ingin berkeliling lewat air melihat pemandangan gedung2 pencakar langit yang menjulang di depan ku. Romantis ya? ^.^ Tak terasa sudah tengah malam! Pulang dah...

19 – 1 – 2006 (Orchard)
Pagi – pagi kaki kami seperti di tambahi beban beberapa kilo barbel. Tapi rugi banget di Singapore kalo bobok mulu. Air hangat membantu melepaskan kepenatan jasmani kami. Hari ini aku berpencar dengan rombongan yang lain, aku harus ke National University Hospital untuk menjenguk suami teman baikku yg kurang beruntung terkena Kanker darah (Get well soon ya). Sehabis bertemu dan mengunjungi gereja di Novena, aku menyusul temen2 yang lain di daerah Orchard untuk rally di toko buku. Ada T.B. Kinokuniya di Takashimaya Mall, trus lanjut ke Border Book Shop, dan tak ketinggalan tempat wajib buat ku, Sunny Book Shop di Far East Shopping Centre lt. 3. Sunny menjual buku2 (kebanyakan novel and komik) second. Temen2 sempat berpencar ke Toys R Us (pusat penjualan mainan, boneka,dsb yang cukup besar). Kalau mau membuktikan kekuatan kaki,bisa dicoba menyusur semua pertokoan di Orchard ^.^.Malam menjelang, kami kembali ke SumTavrn untuk meletakkan belanjaan kami. Teman2 sudah tidak punya tenaga untuk mengangkat kaki mereka lagi bahkan rasa lapar pun terkalahkan. Setelah sang hujan yang berkunjung sebentar pergi, aku keluar sebentar untuk mencari pengganjal perut. Kembali aku duduk di tempat favoritku di Singapore River untuk makan sesaat.

20 – 1 – 2006
Destination : Little India, Snow City, Merlion Park,Esplanade,Suntey Fountain, Chinatown
Katanya kaki uda mau putus tapi kok tujuannya semakin banyak ya? Hahaha....kapan lagi..So, setelah perjuangan berat untuk bangun maka kami segera melangkahkan kaki ke Little India. Pasar tradisional menyambut kami dengan baunya yang khas, penjual untaian bunga berjajar di tepi jalan, toko kelontong juga tak kalah banyak. Tapi semuanya tetap bersih. Tak lama kemudian setelah mampir ke toko 3 for $10 kami sampai di Sri Veeramakaliamman Temple (templenya orang hindu) yg konon katanya di bangun untuk menghormati Kali the Goddess of Power. Kita bisa mengunjungi kuil yang termasuk kuil tua ini selama tidak diantara jam 12.30pm – 4 pm. Sesampai di sana kami melepas sepatu kami untuk menghormati tempat suci ini dan jangan memakai baju yang terbuka/celana pendek jika tidak mau kena tegur. Tak disangka ternyata sedang ada upacara pernikahan, jadi kami bisa sekaligus menyaksikan upacara pernikahan orang India. Mereka cukup ramah bahkan memberikan beberapa kesempatan pada kami sebagai turis untuk mengambil gambar kedua mempelai.

Berikutnya kami berjalan menuju Mustafa Centre (pusat perbelanjaan yang buka 24 jam di Little India). Kalau tidak pny banyak waktu pergi saja ke sini karena semua bisa di dapat disini, dari alat mandi, makanan,tas,elektronik,jam tangan,komputer,alat olahraga,obat2an .....uhmmm capek nyebutnya...pokoknya semua deh ada di sini ^.^

Tak mau membuang waktu kami segera menuju Jurong. Setelah mengisi perut sejenak, kami melanjutkan perjuangan kaki kami menuju Singapore Science Centre, Omnimax dan Snow City. Banyak hal unik bisa kita temui di toko souvenir di SSC, barang2 yg tidak umum seperti makanan astronout,batu luar angkasa, fosil2, kristal, dsb. Bagi yang suka dengan perbintangan, toko souvenir di omnimax theatre juga tidak kalah asyiknya. Tak lama kami masuk ke Snow City. Tak seperti yang telah kubayangkan, ternyata tempat ini tidak terlalu recommended. Selain kecil, saljunya juga tidaklah putih melainkan coklat, banyak lobang di lintasan seluncur (persis aspal di jalanan Indo).Kami membayar SGD 12 (1 jam) termasuk pinjaman jaket n boot.Untuk sarung tangan tambah lagi SGD 1.5. Pinjam loker?Kita harus masukin koin SGD 1.

Setelah lumayan membeku dalam suhu 2 – 3 derajat Celcius, kembali kami berjalan melintasi Singapore menuju Merlion Park. Di sana kami mengistirahatkan kaki sejenak sambil menunggu gelapnya langit sehingga kami memperoleh 2 pemandangan disaat terang dan gelap. ^.^




Kami melanjutkan perjalanan melewati Esplanade menuju Fountain of Wealth di Suntec City. Konon katanya kalau kita menyentuh airnya kita akan ketularan rejeki.(Amin....). Pada tahun 1998 fountain ini masuk Guinness Book Of Record sebagai fountain paling besar sedunia.Setiap jam 8-10 p.m. ada permainan laser di tengah2 fountain itu,kami datang tepat ketika pertunjukan dimulai.


Dari Suntec, rombongan terpisah lagi. Aku dan Cep ke Chinatown. Yang lain kembali ke hostel. Di Chinatown, lautan manusia menyambut kami. Maklumlah sudah kurang seminggu menjelang tahun baru Imlek. Begitu banyak orang disana menutup jalanan, suara teriakan penjual yang bersahut – sahutan, lagu – lagu imlek, suara tambur barongsay, warna merah dimana – mana, seperti itulah suasana di Chinatown...padat.


Sepulang dari Chinatown ternyata teman2 juga belum makan,akhirnya kami kembali mengisi perut di tempat makan dekat SmrTav langganan kami.

21 – 1 -2006 (City Hall - Malaysia)

The last day ... tak ada tujuan. Temen2 hari ini memutuskan untuk bangun lebih siang. Tapi kaki ku sudah berteriak – teriak minta jalan. So, aku menyusuri jalanan setelah Singapore River dan ternyata tidak terlalu jauh aku sampai di daerah City Hall. Banyak kantor pemerintahan berdiri di sana,lalu ada juga gereja St. Andrew Cathedral yang bagaikan kastil istana.



Tiba – tiba tanpa sadar aku sudah sampai di tempat dimana akan diadakan Singapore River Hong Bao pada saat tahun baru Imlek. Aku melihat beberapa persiapan dan lampion2 yang sudah dipasang disana, kelihatannya bakal meriah sekali. Sayang kami harus pulang.

Sore hari berkat kebaikan hati sang empunya SumTarvn kami tidak terlunta – lunta dijalanan. Sambil menunggu jam berangkatnya bus menuju Malaysia kami duduk dan menggunakan internet di hostel walaupun terhitung kami sudah check out. Sore itu gerimis, dengan menggunakan telepon di lobby aku memanggil taxi. Ternyata memanggil taxi di Singapore tidak memerlukan pembicaraan sama sekali. Tinggal angkat telepon pencet no.1 untuk ok, selesai,taxi segera di kirim. Hebat!

Kami menuju Golden Mile Complex sebuah tempat transit bagi bus yang menuju Malaysia. Setelah kutanyakan ke beberapa penyedia bus disana rata rata mereka menyebutkan harga SGD 27 / orang. Bus akan memakan 5 jam perjalanan dan berhenti di Pudu Raya Bus Station (Malaysia). Jam keberangkatan bervariasi tapi yang paling malam adalah sekitar jam 10 – 10.30 p.m.

22 – 1 – 2006 (Malaysia - SUB)
Kami melewati perbatasan Singapore – Malaysia tanpa masalah, dan FYI, bahkan tidak ada X-ray atau pemeriksaan yang berarti di imigrasi Johor Baru. Tips : Tidak perlu ragu jalan saja terus! Sampai di Pudu Raya (yang ternyata seperti halte bukan station) kami langsung di sambut sopir2 taxi yang menawarkan jasa mereka(seperti di Bungurasih).Kerisihan mengusik kami jadi kami memutuskan sekali lagi menguji kaki kami. Kami susuri jalan menuju Bukit Bintang area yang ternyata sangat hidup walaupun itu jam 3 subuh. Gile abis...rombong makanan bertebaran di sepanjang jalan. Letih mulai menyerang, tak lama Pondok Lodge Hostelnampak dikejauhan. Hostel yang di rekomendasikan oleh SumTvrn ini terlihat kecil dari luar tapi ternyata ada 27 kamar di dalamnya. Kamarnya memang mungil dan sederhana,tapi bersih. Harganya cukup miring, hanya 55 RM untuk kamar berisi 2 orang dan 65 RM untuk yg berisi 3. Jadi kalau di hitung 1 orang sekitar Rp 50.000,-/mlm termasuk breakfast. Hostel ini terdiri dari 2 lantai. Di lobby bisa kita temui televisi,2 komputer untuk internet (not free),dan jg loker(lupa brapa ;p),di lemari2 juga banyak tersedia referensi travelling berbagai negara. Jam check-out nya jam 11a.m. Kalau tidak tahan dingin di sini juga tersedia shower dengan air panas.

Pagi menjelang, semua masih lelap tapi kembali jiwa bertualangku memanggil. Aku keluar melihat lingkungan sekeliling, ternyata Pondok Lodge ini hanya sekitar 5 menit jalan kaki dari KL Tower. Tak banyak yang kulihat, karena tempat yang subuh2 sangat hidup ini, seperti kota mati di pagi hari.
Sambil menunggu taxi yang akan membawa kami ke KLIA dengan ongkos RM 75 / taxi, kami mengeluarkan bekal mie cup yang dibawa dari Indo. Tidak susah karena ada dapur kecil yang bebas dipakai juga di Pondok Lodge. Di lobby terlihat banyak juga backpacker2 dari barat yang tinggal di Pondok mungil ini. Ternyata KLIA lumayan jauh dari KL Central, perjalanan memakan sekitar 1 jam lebih. KLIA terpecah menjadi 2 lokasi bandara. Duty Free Shop hanya akan kita temui setelah kita naik Railway berjarak 5 menit setelah kita melewati keimigrasian. Jadi jangan tertipu dengan toko2 yang terlihat setelah kita check-in. Itu bukanlah toko duty free,walaupun beberapa barang harganya juga lumayan murah dibanding barang di Singapore.

Ah....akhirnya sampai di Juanda,Surabaya.Culture Shock : Kembali harus berjuang kalau tidak mau diserobot di imigrasi atau dimanapun tempat antri. Maklum mungkin orang Indo belum berbudaya antri. Semoga dikemudian hari budaya itu bisa tertanam.

Ngumpulin uang lagi ah.... ;p